Konichiwa! +
Siang siang siang... Panas, minna... Hfft... *geret Kipas Angin* dan di rumah banyak debu, aru! - - Nggak bisa tidur, aru! Capek, aru! Besok lusa UTS, aru! Hffft....

*abaikan*

Hari ini hari Sabtu minna, ya 'kan? Hari-nya ekskul. Teater ada tentor baru, yay! Great! Better than the last one who teach us. Yang satu ini sepertinya benar-benar ingin membagi ilmu soal per-teater-an. Sayangnya sudah kelas 9!!! Baka! Harusnya tahun lalu sudah ganti, daripada masih tetep yang itu! Aissh...

Tapi minna, hontou ni panas... *buang kipas angin*

Lagi download OSTnya K-On, any suggestion? I need that~ Masa lagu K-On yang aku tahu cuma Don't Say Lazy, itupun karena ending theme dan sering banget di Animax.
Dasar, miskin info. Nggak update lagi - -

Tapi! Sekarang saya sedang Melt-ing bareng Hatsune Miku. Tiba-tiba Kaito dateng bawa es krim satu kantong penuh, tapi sama aja dia nggak mau bagi-bagi. Kaito pelit mendadak nih -,-
Rin dateng, dan tiba-tiba memanggang kita bertiga! (Perhatian: Okumura Rin) Es krim yang dibawa Kaito leleh semua, akhirnya dia pundung di pojokan. Sayang bukan komik, pasti ntar ada aura-aura ungu gitu deh.
Dan ketika Miku, Rin sama Kaito pergi beli es krim lagi, aku ditinggal, aru! Jahat mereka! -,-

Nggak ada yang mau kasih aku es krim beneran ya...?

*Ngayal*

 Semakin hari semakin bertambah ya, Label-nya? *lirik Labels* Kenapa? Nggak tahu aru! Yang penting isinya jelas.
*hah?*

BTW, sepertinya tanganku mulai ingat cara nggambar. Kemarin iseng-iseng gambar, eh, malah bagus jadinya! bagus... Menurutku sih, menurut kalian yaaaa, levelku masih jauh di bawah kalian, aru... = =
Mendadak aku bisa gambar cowok! Meskipun dalam bentuk cowok yang... kawaii gitu sih... Tapi paling nggak aku bisa gambar yaoi-ku sendiri!

*Plakk*
*minna, abaikan yang dicoret*

Kalau kuperhatiin lagi, gambarku masih tipis... Maksudku goresannya tipis... Kalau tebel ntar susah ngapusnya... Dan aku berencana bikin picture OC-ku buat new project ini... Kasihan si Alice, dari dulu cuma nampang nama doang, nggak ada fotonya :D

But, minna, sekarang saatnya lappy ini off! - -

Goodbye, aru~!

#haha#

Labels: , , , , , , ,

+ posted on 20120915 at 14:33
To You [1 of ?] +
Satu,
Kalau mataku membuka, ada cahaya yang mengganggu dan aku bisa melihat bayangan-bayangan akan wajahnya lagi.
Dua,
Kalau mataku tertutup, bayangan akan dirinya semakin jelas sehingga aku harus berusaha untuk membendung air mataku.
Tiga,
Kalau aku mati, ada seseorang yang harus kupertanggung jawabkan kematiannya karenaku.
Empat,
Kalau aku diam saja, apakah dia akan mengerti...?

- - - - - -

Title: To You
Cast: Jinkibum(main) and other!
Author: veenstra aLice;
Genre: Nggak jelas. Romance bukan, humor bukan, angst bukan... apa dong??
Length: sepanjang saya bisa buka lappy
Rate: PG -puasaan mamen!-
Disclaimer: Semua milik yang punya... Kecuali Minho milik author~ :D *dikejar Flamers

- - - - - -

Lee Jinki. Lee Jinki. Lee Jinki...
Sudah beberapa kali nama itu dituliskannya di sampul depan beberapa buku-buku yang berserakan di kakinya. Namja yang sedang sibuk dengan pekerjaannya itu memiliki nama yang sama dengan yang telah dituliskannya berkali-kali. Lee Jinki. Dia sedang berusaha menyampul semua buku-buku sekolahnya dengan rapi, meskipun pada akhirnya tetap saja berantakan.

Eomma-nya yang memperhatikannya sejak tadi tertawa dan menghampirinya, membantunya menyampul hingga akhirnya semua bukunya telah rapi. Ketika Jinki berterima kasih padanya, pintu depan rumah mereka diketuk. Jinki membiarkan eomma-nya membukanya, dirinya sendiri berjalan ke kamarnya untuk menata kembali buku-buku pelajarannya. Ketika Jinki meletakkan buku Matematika, dia mendengar ada suara tangisan seorang yeoja. Penasaran, Jinki mengendap-endap turun ke bawah dan mengintip.

Di ruang tamu, Jinki melihat ada seorang yeoja kecil bermata kucing yang sedang menangis di sofa. Eomma-nya sedang berbicara dengan entah siapa di luar pintu. Tampaknya yeoja itu kehujanan, karena sekeliling tubuhnya basah, membasahi sofa juga. Jinki memperhatikannya lagi. Di pipi tirusnya ada bercak-bercak merah. Mungkin yeoja itu terluka? Kasihan, pikir Jinki.

Eh, yeoja?

Eomma-nya telah selesai berbicara dengan seseorang diluar itu, tetapi tetap membiarkan pintunya terbuka. Sekarang yeoja itu sedang meminum teh panas yang diberikan Eomma. Ketika Jinki memperhatikan tudung yeoja itu yang perlahan dibuka, tampaklah rambut pendek seorang namja yang basah. Jinki bingung. Apakah dia namja? Atau dia seperti Amber yang tomboy?

Tampaknya Jinki ketahuan, dan Eomma-nya menyuruhnya untuk membantu membbersihkan yeoja, atau namja, itu. Perlahan, Jinki membantu eomma-nya membersihkan bekas darahnya. Ternyata ada luka goresan di sepanjang pipinya. Ketika eomma-nya pergi ke dapur untuk mengambil obat luka, Jinki memperhatikan wajah yeoja, atau namja, yang masih menangis tersedu-sedu itu. Mata kucingnya berkaca-kaca, menatap balik Jinki dengan penuh waspada.

Neomu yeppo.

Imajinasi Jinki terputus dengan kedatangan eomma-nya yang membawa kapas dan obat luka. Alih-alih membiarkan lukanya dibersihkan, yeoja, atau namja, itu malah menutupi lukanya dengan tangan kirinya dan menunjuk Jinki dengan tangan kanannya. Jinki mengedip bingung. Dia tidak melakukan apa-apa, apa salahnya?

"Oh, ingin dia yang membersihkan?" kata Eomma Jinki bertanya. Yeoja, atau namja, itu mengangguk lemah. Jinki menerima kapas itu dengan bingung. Dia memperhatikan penjelasan eomma-nya tentang membersihkan luka sebelum akhirnya menyentuh pipi tirus itu dengan tangan gemetar. Awalnya Jinki takut anak itu akan menjerit kesakitan karena perihnya, tetapi ternyata anak itu tetap diam meskipun sedikit-sedikit mengerutkan dahi karena sakitnya yang ditahan.

Selama Jinki mensterilkan lukanya, eomma-nya menyiapkan tempat tidur untuk anak itu di kamar Jinki yang lumayan luas. Untung saja Jinki tidak keberatan karena rumah mereka lumayan kecil untuk tiga orang. Appa Jinki telah meninggalkan Jinki dengan Eommanya beberapa tahun yang lalu karena kanker. Sejak saat itu Jinki berjanji akan menjadi anak yang baik dan bisa membuat eomma-nya bahagia.

Jinki menuntuk anak itu naik ke kamarnya, sesuai dengan perintah eomma. Sebelumnya, eomma telah mengganti bajunya dengan piama Jinki yang sudah tidak terpakai. Dan bisa dipastikan bahwa anak itu adalah namja. Jinki membiarkannya tidur di atas, di tempat tidurnya, sementara dia sendiri tidur di kasur yang sebenarnya disiapkan eomma untuk anak itu. Entah kenapa, tetapi ada semacam rasa protektif terhadap namja cantik itu. Jinki berbaring dengan mata terbuka lebar. Ini bukan kali pertama dia tidur bersama orang lain. Biasanya dia akan segera tidur begitu mencium bau bantal, tetapi kali ini tidak bisa. Dia berkali-kali merubah posisi tidurnya. Tangannya tidak sengaja menyentuh pinggiran tempat tidurnya, dan kaget karena sebuah tangan menyentuhnya tiba-tiba. Rupanya anak itu juga belum tidur. Tangan anak itu mulai menggenggam tangan Jinki, mencari kehangatan. Jinki menyadari bahwa tangannya dingin. Akhirnya mereka berdua tidur dengan tangan saling bertautan sampai pagi.

- - -

"Namanya Kibum. Kim Kibum." jelas eomma ketika makan pagi di dapur. "Mulai sekarang kau akan menjadi hyung-nya, Jinki."

"..."

"Mulai besok dia akan bersekolah di tempatmu, satu tahun dibawahmu. Jaga dia baik-baik, ne?" kata eomma lagi.

"..."

"Yah! Apa kau dengar kata-kata eomma?"

"ne, eomma. Aku dengar kok."

"Kalau begitu habiskan sarapan dan berangkatlah ke sekolah,"

"ne, eomma."

Jinki memperhatikan eomma-nya yang sedang membuatkan sandwich untuk Kibum. Sebenarnya bukan membuatkan, karena Kibum sendiri yang membuatnya, hanya saja dibantu eomma sedikit-sedikit. Anak itu tampaknya terampil sekali memakai peralatan dapur. Kibum sempat melihat Jinki yang memandangnya lalu cepat-cepat membuang muka.

Jinki hanya mengangkat bahu dan pergi ke sekolah.


.
.
.
.
-cont-

Labels: , , , , , , , ,

+ posted on 20120805 at 02:21
Short FF/2 +
Title: untitled
Cast: onkey
a/n: ini lanjutan yang kemarin malam... check it out... don't surprise, 'kay? ^^

Onew menunggu di luar. dia tak henti-hentinya berdo'a dan tak lama kemudian dokter keluar dengan tampang sedih.

"ada apa...?"

Onew sudah takut saja. dia tidak mau ada apa-apa terjadi pada kekasihnya itu. melihat dokter yang diam saja, Onew langsung masuk ke ruangan.

yak...

ternyata ada seorang Key yang sedang duduk di pinggiran tempat tidur, menghapusi make-up-nya dan tersenyum pada Onew. dia tampak baik-baik saja, tidak terlihat seperti orang yang punya penyakit.

"Key???"

"ne?" tanya Key sambil tersenyum innocent. "ada apa?"

"apa maksud dari ini semua????????"

"tidak ada maksud apa-apa, chagi... hanya saja... aku ingin mengetesmu...."

"hah??"

"iya, dan ternyata kau lulus... selamat ya?"

- - -

nah kan, nggak jelas beneran... ini karena mood nulis author pagi-pagi udah ilang... ha ha ha... ntar kalau begitu jadinya nggak jelas~

nah ini author sudah mulai nggak jelas... masa pagi-pagi sudah error!!! gimana sih?? ini karena pengaruh baca FF NC sampai malem kemaren itu ya???

- -''

*end*

Labels: , , , ,

+ posted on 20111127 at 08:34
Short FF/1 +
Hello...
Ne, author balik lagi...
Gara-gara pingin ngetik-ngetik nggak jelas... Meskipun nggak ada yang lihat, yang penting hasrat menulis telah terpenuhi...
*gaje

masalahnya sekarang...
author mau nulis apa?
masa mau mengulang kisah sakit perut nggak jelas itu? Ntar sakitnya balik lagi, author nggak mau. males ah, makasih banyak~
*ini gaya bahasa menulisnya admin-admin dari grup yang author ikuti di FB... ^^

akh, pingin curcol curcol~

anniii....
jadi, mungkin author mau nulis FF singkat, ne?
boleh kan? lagi pingin nulis banyak nih... mumpung mood nulisnya ada... > <

Title: untitle
Cast: onkey
Genre: YAOI of course and a little bit surprise in the end :D
Length: molla molla molla molla~

tidak tahu harus mulai dari mana, Key mencoba mengitari taman yang baru saja dilewatinya bersama Onew. liontin peraknya hilang, padahal itu pemberian berharga dari Onew. Key sangat menyayangi Onew, sehingga liontin itupun terasa sangat berharga bagi Key. padahal sejam yang lalu masih ada, kenapa balik lagi sudah hilang?

"anni..." keluh Key di tengah-tengah pencariannya itu. dia akhirnya terduduk di bangku taman. sebenarnya dia tidak boleh kecapekan, tetapi saking berharganya liontin itu, Key tidak menyadari kalau penyakitnya mulai kambuh.

Key itu punya anemia. makanya Onew selalu menyuruhnya beristirahat ketika ada ulangan atau semacamnya. kalau Key tidak masuk, Onew sendiri yang ribut karena mencemaskan Key yang terbaring lemas di rumah dan tidak berkonsentrasi pada pelajarannya. tapi Key melupakan aturan-aturan yang Onew buatkan untuknya.

"liontin itu harus ketemu... kalau tidak... aku akan kehilangan setengah nyawaku sendiri..." gumam Key, lalu melanjutkan mencari lagi.

setelah beberapa lama mencari, Key tetap tidak menemukan liontin itu. tiba-tiba pandangan mata Key mengabur. kepalanya mulai terasa pusing. Key menggapai-gapai mencari bangku taman yang seingatnya ada di dekatnya. dia terjatuh. beberapa orang di taman mulai memperhatikannya dan setelah dia jatuh seketika, yang bisa Key ingat hanyalah wajah Onew yang cemas.

"Onew... hyung?"

lalu gelap.

- - -

Key terbangun di sebuah ruangan penuh selang. dengan cepat dia menebak ini adalah ruangan rumah sakit. tidak mungkin kamarnya yang serba pink itu dihiasi selang-selang berwarna hijau-transparan ini? kamar Onew pun tidak.begitu seringnya Key masuk rumah sakit sehingga dia hafal bau khasnya.

dia mencoba untuk bangun, tetapi tangan seseorang menahannya. tangan halus itu, Onew. dia tertidur di samping Key, kepalanya bersandar di tempat tidur sementara badannya terduduk di kursi lipat dekatnya. tangannya menggenggam tangan Key erat-erat.

"Onew-hyung...?"

dia tidak bergerak. hanya nafasnya yang teratur yang membuat Key lega kalau dia masih hidup. pintu terbuka. dokter yang berperawakan tinggi masuk dan tersenyum ramah pada Key.

"sebaikny jangan dibangunkan," katanya. "dia menangis selama satu jam dan menolak untuk kami ambilkan tempat tidur lipat. kalau kau bangunkan, dia pasti akan bertambah lelah. biarkan saja seperti itu. kau juga masih butuh istirahat."

Key terbelalak mendengar perkataan dokter itu. menangis menunggunya selama satu jam? Onew-oppa, apakah kau benar-benar menyayangiku?

"jinjja..?" Key berbisik. tangannya yang tidak digenggam Onew mengelus rambut cokelatnya yang halus.

"kalian itu... saudara ya?" tanya dokter yang masih ada di tempat itu.

"wae?"

"kalian terlihat saling menyayangi satu sama lain, saling membutuhkan satu sama lain. aku sampai iri melihatnya."

"akh, kami bukan kakak adik..."

"lalu?"

"kami adalah sepasang kekasih..." Nada suara Key terdengar bangga. yah, tidak heran kalau dia bangga. mendapatkan seorang namja tampan yang menyayanginya sepenuh hati jarang ditemukan di jaman sekarang seperti ini.

Key tiba-tiba mendapat serangan mendadak. tangannya gemetar dalam genggaman Onew. sekali lagi, pandangannya mengabur. dokter yang untungnya masih ada di situ segera memanggil bantuan dan mencoba untuk menyelamatkan Key yang sekarang mulai terbatuk-batuk.

"Key-ah??"

Onew terbangun. dia langsung menyadari keadaan Key-nya yang kembali kritis itu. memang benar-benar kritis. saat ini banyak sekali percikan-percikan darah yang mengenai tempat tidur,maupun baju Onew. sementara Onew hanya bisa pasrah pada dokter dan tuhan, dalam hati dia berdo'a.
selamatkan Key-ku. selamatkan dia, tuhan. aku mohon. tidak akan ada lagi yang kuminta selain ini. kumohon selamatkan dia...

"Lee-ah?"

"Ne, dokter?"

"Tuan Kim ingin berbicara pada anda."

Onew mendekatinya.

"chagi," kata Key memulai. "kalau... aku bisa melewati ini.... aku traktir.... shopping ya...?"

di saat seperti ini dia masih memikirkan shopping?? benar-benar seorang yang shopaholic.

"ne... akan kuturuti semua permintaanmu... asal kau bisa kembali seperti biasa... asal kau berhasil melewati masa kritis ini..." Onew sudah berkaca-kaca saja sekarang. sementara Key hanya tersenyum.

"kalau begitu, tinggalkan..... aku sendiri sekarang, hyung... sebentar saja...." kata Key tersendat-sendat

"untuk apa, chagi?? kau ingin ..."

"ssh," kata Key pelan. "sebentar saja, kumohon..."

"baiklah.."

Onew melangkah gontai keluar ruangan dan menutup pintu. dia duduk di bangku tunggu sebelah pintu persis dan kembali berdo'a.

- - -

TBC~

author sudah ngantuk nih... besok pasti lanjut, tenang saja... ^^
kalau ini pasti author bakalan update, soalnya belakangan ini bawaannya pingin ngetik melulu. jadi pasti besok jadi... cuma dua shot kok, nggak panjang 'kan?
^^

*end*

Labels: , , , , ,

+ posted on 20111126 at 23:04
White II +
Ibu menyalahkanku atas kematian Key yang mendadak. Bagaimana bisa? Aku tidak melakukan apa-apa, aku hanya membiarkannya tidur di kamarku. Bagaimana aku membunuhnya? Tidak ada pintu penghubung di antara kamar kami, aku tidak bisa masuk kecuali lewat pintu satu-satunya. Ibu benar-benar sudah kehilangan akalnya. Key-lah yang dia banggakan, bukan aku. Aku hanya seonggok benda hidup tak berguna di hadapannya.

Aku menyendiri di kamar Key yang sudah dua hari kosong. Aku menatap dengan sendu semua barang-barang yang ditinggalkannya. Tanganku mengelus selimut tebalnya yang halus. Sudah tidak ada lagi orang yang akan menghiburku ketika aku sedih, pikirku. Mendadak kamar Key dipenuhi aroma jeruk yang menyegarkan. Tidak ada yang menyemprotkan pengharum ruangan, ibu takkan mau repot-repot membelinya untuk kami. Dia hanya peduli dengan dirinya sendiri. Aku tidak sedang makan permen jeruk, lalu apa?

Aku mengabaikannya. Tidak penting, pikirku. Aku mengelilingi kamarnya dan menemukan sumber bau itu. Kertas yang kutemukan di bawah bantal Key. Kok bisa? Kemarin aku tidak mencium bau apa-apa. Lalu jeruk itu mengingatkanku pada sesuatu.

Aku berlari ke dapur dan mencari korek api. Lalu membawanya ke kamar Key. Air jeruk bisa dijadikan tinta tidak kelihatan, aku baru sadar. Bisa terlihat dengan memanaskan kertasnya. Dan yang aku lakukan sekarang adalah berusaha menyalakan korek itu.

Berhasil. Aku memunculkan huruf-hurufnya.

Sica, aku benar-benar minta maaf padamu. Aku tahu pasti, ibu akan menyalahkanmu atas kematianku ini.
Tetapi aku memberikan selamat padamu, karena telah menemukan cara membaca suratku ini! Aku pernah menceritakanmu tentang invisible ink ini, mungkin kau ingat?
Sica, kau mungkin bertanya-tanya tentang kematianku ini. Aku terkesan meremehkannya ya? Tunggu, jangan menangis dulu. Sebenarnya, ada stalker yang selalu mengikutiku sejak kau masuk sekolah yang sama denganku. Kenapa? Waktu dia datang untuk menyakitiku dia bilang karena dia iri denganku yang bisa dekat denganmu, walaupun kita tidak sedarah.
Siapa? Nanti, kujelaskan nanti.
Stalker itu memintaku untuk menyingkir darimu. Tidak bisa, tentu saja! Sampai kapanpun aku tidak bisa menghindar darimu! Ha ha ha, lalu dia mulai masuk dalam tingkat kemarahannya yang paling tinggi dan kurasa malam ini dia akan mencoba mencampurkan racun padaku.
Terkesan aneh, ya? Bagaimana bisa aku mengetahui segalanya?
Karena Kevin yang memberitahuku sendiri.
Benar-benar, ya? Orang bisa gelap mata karena cinta. Ha ha ha.
Jadi, baik-baiklah dengan ayah dan ibu ya? Dan Kevin juga. Jangan balas dendam padanya, Sica.

Your beloved brother,
Key

"Key...?"

Aku tidak dapat mempercayai penglihatanku sendiri. Dia mengorbankan hidupnya hanya untuk aku yang tidak berguna ini? ah, sungguh baik oang itu.
Tetapi ini sudah keterlaluan...

*end*

Labels: , ,

+ posted on 20110906 at 19:30
White I +
Telepon berdering di ruang keluarga.
Key menangis di kamarnya.
Mug kesayanganku terjatuh karena senggolan tanganku sendiri.
Bunyi pecahnya mug-ku.
Suara decitan sepatu baru ayah.
Semuanya terjadi dalam satu waktu.

Aku turun dari tempat tidur dan menghampiri telepon yang masih berdering-dering di tempatnya dan mengangkatnya.

"Selamat Malam?"

Tidak ada suara di seberang, karena itu langsung saja kubanting gagang telepon ke tempatnya dan berlari kembali ke kamar.

Layar iPhone-ku menyala mendadak, pesan dari Key di kamar sebelah.

Hei, belum tidur?

Aku tidak mau repot-repot membalasnya, langsung saja aku berteriak. "B-E-L-U-M"

Lalu layarnya menyala lagi.

Aku akan ke kamarmu.

Tak lama kemudian terdengar suara ketukan di pintu. Aku membukanya dengan setengah hati dan menghadapi wajah sembap Key yang habis menangis. Dapat kuduga bantal pink-nya basah karena air mata.

"Ada apa?"

Dia hanya menatapku lalu menyerobot masuk dan duduk di ranjangku. Selimut biruku dilemparnya ke lantai dan dia mulai membaringkan tubuhnya di tempat tidur.

"Hei, apa-apaan kamu??"

"Kau bisa tidur di kamarku kalau kau mau. Aku mau menginap semalam saja di sini, please?"

"Tidak. Kau punya kamar sendiri, Key. Kenapa harus menginap di sini?"

"Karena kalau aku tidak tidur di sini malam ini, aku akan mendapat mimpi buruk dan besok aku takkan bisa mengantarmu ke toko buku."

Aku mendengus. Kenapa dia harus tahu segala kelemahanku? "Sialan kau."

Aku menarik bantalku dari kepalanya dan membawanya ke kamar sebelah. Aku baru sadar, betapa aku merindukan kamar ini. Dulu sebelum aku punya kamar sendiri, aku tidur bersama Key di sini, aku di bawah dan Key di atas. Sekarangpun keadaannya sama persis hanya saja tempat tidurnya diganti menjadi single bed dan bernuansa pink. Dari dulu aku heran, kenapa Key suka warna pink, padahal di cowok?

Tempat tidur pink Key masih tertata rapi. Tampaknya dia menangis di lantai. Kenapa dia menangis? Aku tidak tahu. Kami merahasiakan urusan pribadi masing-masing kecuali memang sengaja diceritakan. Tetapi untuk soal ini, aku benar-benar penasaran karena masalahnya yang satu ini membuatnya menangis tiga malam berturut-turut. Ayah dan Ibu tidak mau ikut campur urusannya, apalagi menanyakannya. Mereka benar-benar sudah tidak peduli pada kami berdua, untungnya. Sekarang aku meletakkan kepalaku hati-hati di bantal pinknya.

Ada sesuatu di balik sarung bantal Key. Tampaknya secarik kertas. Aku tidak mau melanggar privasi, tetapi di lipatan luar kertas itu tertulis, 'buka saja' akhirnya aku buka dengan hati-hati dan ternyata isinya kosong. Sejenak aku ingin tertawa tetapi aku menyadari mungkin inilah yang membuatnya menangis. Tetapi, apa pentingnya kertas kosong ini, sampai membuat Key menangis? Aku berniat menanyakannya besok. Besok saja, sekarang mataku sudah berat untuk tidur. Sebelum tidur aku masih bertanya-tanya, hingga akhirnya aku tertidur dengan surat itu terbuka di tanganku.

Keesokan harinya ketika aku membangunkan Key di kamar sebelah, dia sudah tidak bernafas lagi.

Labels: ,

+ posted at 00:23