Just One Day +
If only I had just one day
I want to peacefully fall asleep intoxicated with your sweet scent
If there’s a chance in my busy schedule
I want to put my body in your warm and deep eyes
I like that, your long, straight hair
Your breathtaking neck when you put it up and the strands that fall out
Wherever we go, my handbag is your waist
Yo ma honey, whenever I see you, I run out of breath
Like the streets of Myungdong, our BGM is the sound of breathing
Your voice when you say my name
I wanna be locked in you and swim in you, I want to know you more
An explorer venturing through your deep forest of mystery
I appreciate the masterpiece that is you because your existence alone is art
I imagine this all night every day because it’s a meaningless dream anyway

Just one day, if I can be with you
Just one day, if I can hold your hands
Just one day, if I can be with you
Just one day (just one day)
If only we can be together
(Do It Do It Do It)
I hope I can be with you for just one day
(Do It Do It Do It)
Having a party party with only you
(Do It Do It Do It)
I hope I can be with you for just one day
(Do It Do It Do It)
A party party with only you

If only I could do that, how nice would it be
If only we could go anywhere to eat and watch a movie comfortably
I would do anything girl
I’m sorry, maybe I’m too rational
But still, if you see me some day, smile
Maybe you resent me a little or no, a lot
I know, I couldn’t look at you more because of my dream
Then just give me one day, even if it’s in my dream, just one day
Out of all those words I had to swallow because of the excuse of reality
I’ll pick one and tell it to you for sure
Let’s meet when the lilies bloom and say goodbye when they wither
I didn’t think I’d get over you easily but
Is it selfish of me to hope you are the same?
I’m still lying, saying that it’s all for you
You are standing in the center of my life

Just one day, if I can be with you
Just one day, if I can hold your hands
Just one day, if I can be with you
Just one day (just one day)
If you are and I are together, let’s go time
24 hours, if I could only be with you
I’d kiss you starting from the morning
Can’t forget to grab some brunch
I’d hold your hand and soak up the sun
It’s not over yet, in the middle of a beautiful night
I’ll confess to you, with the moon as our light
All of these things tell me
“If I have just one day, it’s possible”

Just one day, if I can be with you
Just one day, if I can hold your hands
Just one day, if I can be with you
Just one day (just one day)
If only we can be together
(Do It Do It Do It)
I hope I can be with you for just one day
(Do It Do It Do It)
Having a party party with only you
(Do It Do It Do It)
I hope I can be with you for just one day
(Do It Do It Do It)
If only we can be together
(Do It Do It Do It)
I hope I can be with you for just one day
(Do It Do It Do It)
If only we can be together

Can you please stay with me?

Labels:

+ posted on 20140505 at 20:00
Para Penjangkau Bintang +
Oke, maafkan aku karena topiknya lagi-lagi begini. Lagi iseng, nggak ada kerjaan dan pingin bikin sesuatu tapi lagi nggak ada ide. Ya sudah buka-buka draft yang dulu-dulu, hehe :)


Para Penjangkau Bintang

Mereka adalah para penjangkau bintang. Mereka adalah manusia-manusia yang seringkali direndahkan, namun sebenarnya diri mereka lebih berharga dari siapapun yang merendahkan mereka. Mereka adalah manusia-manusia yang menahan kesakitan tanpa tangis. Mereka adalah manusia-manusia yang menghadapi ketakutan dengan berani. Mereka adalah para kesatria.

Kamu adalah salah satu dari mereka. Kamu adalah satu dari dua puluh empat para penjangkau bintang. Tak kau hiraukan segala tawa dan hinaan yang tertuju padamu, karena kamu tahu dirimu lebih berharga dari mereka yang menertawakan dan menghinamu. Kamu adalah manusia yang menahan kesakitan tanpa tangis. Kamu adalah manusia yang menghadapi ketakutan dengan berani. Kamu adalah kesatria.

Dan kesatria akan menjangkau bintang-bintang tanpa lelah. Kesatria akan menjulurkan tangan setinggi-tingginya demi bintang terjauh yang menjadi sebuah harapan baginya. Bintang itu adalah tujuan utamamu, seolah kamu hidup hanya untuk meraih bintang itu. Di bawah teriknya matahari, di tengah guyuran hujan, dan jauh di dalam kegelapan malam para penjangkau bintang akan berdiri. Berdiri tanpa kenal lelah. Mereka, dan kamu, akan selalu siap untuk menjangkau bintang sewaktu-waktu.

Lalu ada aku disini. Manusia yang tidak memiliki keistimewaan apapun. Diriku tidak terlalu berharga. Aku bukanlah manusia yang bisa menahan kesakitan tanpa tangis. Aku bukanlah manusia yang bisa menghadapi ketakutan dengan berani. Aku bukanlah kesatria. Aku hanya seorang manusia biasa.

Jarak antara 'aku' dengan kamu, sang kesatria penjangkau bintang, sangatlah jauh. Aku hanya bisa terdiam dan memandang dengan sebuah harapan kosong setiap kali kamu lewat. Tanpa kamu sadari, ada satu makhluk di sini yang selalu menyisipkan namamu dalam do'anya. Semoga bintang terjauh itu berhasil dijangkau, begitu bisiknya. Makhluk ini mungkin akan tetap setia dan akan tetap tegar, meskipun wujudnya hanya sekecil jarum. Mungkin bagimu aku adalah satu dari ribuan wajah yang biasa kau abaikan setiap hari. Keberadaanku bagai jarum di dalam tumpukan jerami. Kecil, mungil, belum tentu terdeteksi keberadaannya. Aku bukan seperti bintang, yang akan menang melawan segala pesaing lain untuk mendapati tanganmu menjangkauku.

Namun kemudian ketika bintang terjauh itu meledak, apakah kamu akan ikut jatuh? Ketika pijakan yang selama ini kokoh menopang tubuhmu itu tiba-tiba hancur, apakah kamu akan jatuh? Atau kamu masih dapat menggapai ujung tebing itu dan menahan dirimu agar tidak jatuh? Entahlah. Tidak ada yang tahu. Bisa saja kamu malah menjadi lebih kuat, dan berhasil mengangkat dirimu yang tergantung di bibir tebing itu ke atas. Bisa saja kamu malah jatuh bebas ke dalam jurang yang tak berujung.

Ketika kamu akan menjangkau yang lebih tinggi, aku akan ada, entah dimana. Aku akan tahu dan aku akan selalu ada saat kamu tiba-tiba terjatuh. Ketika kamu malah terjun bebas ke dalam jurang, aku akan ada dan menciptakan dasarnya. Aku akan berada di sana, dengan tangan terbuka lebar. Aku takkan tinggal diam. Aku akan menolongmu hingga kamu kembali siap untuk menjangkau bintang.

Kamu adalah satu dari dua puluh empat para penjangkau bintang yang memiliki berjuta ambisi, keinginan, dan tujuan. Tak akan kau hiraukan segala tawa dan hinaan ang bisa menghalangi keinginanmu. Kamu adalah manusia yang menahan kesakitan tanpa tangis. Kamu adalah manusia yang menghadapi ketakutan dengan berani. Kamu adalah kesatria.

Lalu aku di sini hanya bisa menunggu harapan kosong.







February, 12th 2014


Untukmu, sang Penjangkau Bintang dengan sayap emasmu yang selalu berkilau.

Labels: , , ,

+ posted on 20140218 at 19:58
Beralaskan Tanah, Beratapkan Bintang +
Hoho, judul kali ini puitis banget yak. Efek habis PMTS nih, hehe. Aku mau share beberapa kejadian yang ada di Batalyon Infanteri 509 Kostrad kemarin nih! FYI, kemahnya dua hari satu malam, dari hari Sabtu sampai hari Minggu.
(Maap, habis nulis artikel buat majalah sekolah, bahasanya jadi kepengaruh, deh, hehe :p)

Hari pertama diisi dengan aku yang muter-muter parkiran depan SMADA buat nyariin yang namanya moodboster. Udah bingung aja kok nggak kelihatan batang hidungnya. Tapi ternyata ikut, cuma telat aja datangnya. Kebiasaan deh, acara ginian aja sempat telat masuk.

Terus, kita semua (seluruh anak kelas X, anggota Dewan Ambalan, sama anak kelas XI yang nggak punya ekskul) bareng berangkat ke batalyon 509 naik truk hijaunya pak tentara. Asyik, deh, kita sekelas rame sendiri di truk ke empat. Pada teriak-teriak kalau truknya belok.

Acara pertama itu upacara pembukaan. Kita semua dijemur di lapangan utama. Banyak yang bilang cuacanya udah panas banget, padahal baru jam setengah sembilan. Coba deh, dijemur di lapangan sekolah pas jam tiga siang. Pas lagi panas-panasnya tuh (
Terus habis materi...apa ya? Oh, ada materi PBB di halaman depan. Sebelumnya kita dikasih tahu rute buat penjelajahan malam. PBBnya cuma dikit sih. Hadap kiri, hadap kanan, balik kanan, sama jalan di tempat. Yah, gituan sih sudah bisa (mayak nih) hehe. Cuma sebelnya pas jalan di tempat temponya cepet banget, jadi nggak bisa maksimal rata-rata air!
Pas materi PBB ini puanas banget, jadi pas istirahat aku sama dua temenku pada ngiler lihat botol air yang dibawa sama anak kecil yang lagi lewat. Air, men. Dan tenggorokan kita kering banget pas itu.
Terus, acaranya dilanjutin ishoma sampai maghrib. Habis shalat maghrib berjamaah di masjid, ada acara ceramah sampai isya'. Pas habis ceramah, ada api unggun! Yey!

Api unggun ini sudah ditunggu-tunggu dari tadi pagi. Ada semacam upacara pembukaannya segala. Sebelum api unggunnya dinyalakan, ada pembacaan Dasadharma yang kece banget. Entah yang mikir siapa, yang jelas keren dan bikin envy. Jadi ada sepuluh anak dari perwakilan kelas yang disuruh muterin api unggun yang belum nyala itu. Anak pertama ngebawa lilin yang dihidupkan sama si pembina upacara, terus ngucapin Dasadharma nomor satu. Habis itu, anak itu ngebawa lilin ke temen sebelahnya, terus anak itu harus ngucapin Dasadharma nomor dua. Begitu terus sampai nomor sepuluh. Jadi intinya mereka ngehidupin lilin mereka muterin api unggun itu. Baru si anak terakhir ngebawa lilinnya ke pembina upacara, baru si pembinanya ngehidupin api unggunnya.

Banyak rintangan waktu ngehidupin lilinnya satu-satu. Pas di lilin ketiga, apinya mati melulu. Pas dihidupin, mati lagi, sampai akhirnya setelah empat kali bolak balik ke temen sebelumnya lilinnya nyala dan baru bisa ngucapin Dasadharma ketiga. Kejadian kayak gitu juga terjadi di lilin-lilin lainnya.
 Menurut pembina sih, api itu adalah perumpamaan dari semangat kita. Menjaga agar semangat dan niat hidup kita tetap ada itu susah, sama dengan susahnya kita menjaga biar lilin itu tetap menyala. Kita harus mengabaikan rasa panas di tangan kita, dalam artian kita harus berusaha melewati segala rintangan yang ada dalam hidup kita.
Yang bikin envy itu... Lilin ketiga itu dibawa moodboster. Aku udah pasang radar aja waktu namanya dipanggil sama tentara yang ditunjuk jadi semacam pembina kita. Entah disuruh apa. Eh, ternyata disuruh megang gitu. Salah temen sebelumnya itu cewek, temenku, dan mungkin Era juga kenal banget. Putri, er, si Ciput er!! Huhuu, aku iri. Nyalain lilinnya unyu banget gitu, deket-deket biar lilinnya gak mati... Tangannyaaaaa, tangannyaaaa, pas nutupin lilin bareng huhuuuu.... /muter-muter gak jelas di kamar/
Oke lupakan.

Terus, setelah api unggunnya nyala dengan suara 'bum' yang keras dan panas-panas di kuping, kita semua tepuk tangan dan Pensi kecil-kecilan dimulai. Aku look forward ke acara ini, soalnya andalan masing-masing kelas pasti dikeluarkan! Hehe, if you know what I mean~ :p

Penampilannya nggak urut sesuai kelas. Macam-macam penampilan unyu ditampilkan. Sebagian besar nyanyi sih, sama dance sedikit-sedikit. Ada juga yang drama singkat, tapi karena keterbatasan sound penampilannya jadi sedikit gaje.  Anak itu sendiri gaje-gajean bareng kelasnya. Kukira bakalan nyanyi bener dengan suara uhukunyuuhuk-nya itu, eh ternyata malah gaje-gajean. Seneng deh punya ketua kelas kayak dia. Meski diluarnya cuek sebenarnya dia itu loyal banget ke anak sekelas. Kalau urusan kekompakan satu kelas dia mau banget diajak gaje-gajean. Bisa dibilang rasa korsanya tinggi. Tapi coba kalau diluar kelas, kamu nyapa paling juga cuma direspon sama ngangkat alis doang (
Terus giliran kelasku. Anak kelasku nggak punya rasa korsa blas sih, ya, jadi kita cuma nyanyi Gundul-Gundul Pacul sambil diselingi nari-nari bentar sama anak yang ikut ekskul tari di kelas. Konsepnya kita itu bait pertama dinyanyiin pelan-pelan, kayak sinden gitu lah, baru masuk ke tempo lagu aslinya. Pas bagian pelan itu yang megang microphone-nya itu aku men!! Yaampun, akhirnya ya aku cuek aja, nyanyi pake falsetto biar semacam sinden. Baru pas selesai perform aku heboh sendiri. Nanya anggota kelasku yang nggak ikutan tampil soal suaraku. Bagus nggak? Jelek banget ya? Yaampun, didengerin men, malu aku, hiii, aku nggak bisa nyanyi men, ya Allah, suarakuuu didengeeeeeerrr ;;A;; /kembali panik/

/menenangkan diri kembali/

Terus, habisnya itu ada penjelajahan malam. Kukira bakalan kayak di SMP dulu, ada pos-posnya, dimarah-marahin, disuruh ini itu... Ternyata enggak! Pas pos pertama aku sudah takut sendiri, apalagi aku yang jadi pempimpin barisannya. Cuma gara-gara aku pernah ikut paski =_=
Ternyata di setiap pos cuma dikasih pertanyaan satu buah, dan itupun nggak dijawab bener juga nggak apa-apa! Di perjalananpun juga nggak nakutin, soalnya kebanyakan jalannya di kompleks asrama. 'kan banyak rumah disitu, jadi ya nggak medeni. Sempat jalan di jalan setapak juga, sih, tapi nggak ada yang nakut-nakutin. Bikin kagetpun cuma sekali, pas ada kakak kelas (sepertinya dia purna paski) yang duduk di bagian gelap-gelap dan nggak sengaja kena sorot senter. Ternyata itu pos bayangan, cuma buat mastiin nggak ada anggota yang hilang ataupun nambah, hehehe. Dan akhirnya jelajah malam disuruh cepetan karena hujan turun.

Besok paginya dibangunin pagi-pagi setelah tidur cuma satu jam. Duingiiin men, aku gemeteran sendiri nahan dingin. Terus ya itu, disuruh sujud di tanah buat 'mensyukuri nikmat Allah' yang sebenernya nggak usah dilaksanakan pagi-pagi kayak gitu juga bisa! Disuruh sujud lama banget, terus disuruh telentang di tanah, terus disuruh sujud lagi! Mendingan cium tanah air kalau kayak gitu, lebih enak, nggak usah nahan kaki yang pegal gara-gara ketekuk lama.

Terus acara habis itu sarapan dan materi sedikit. Terus ada outbound! Sayang hari terakhir ini si moodboster nggak ada T.T Dianya ada lomba paski, dan sudah berangkat pulang pagi-pagi pas kita disuruh sujud itu. Aku kelihatan dia pas mau pulang itu. Cara jalan sama postur tingginya itu yang bikin kelihatan, padahal masih gelap. Mukanya aja nggak kelihatan :p Sayangnya paski SMADA nggak menang. Padahal kombinasi senior-junior itu sudah bagus banget lho. Senior kita PBBnya keren, patah-patahnya kelihatan jelas banget. Nggak menang kali ini nggak apa-apa, masih banyak kesempatan lain, ya nggak? :)

Outbound sehari itu seru. Sayangnya ya itu, hehe. Pingin deh lihat dia jatuh dari jembatan tali kayak adiknya :D Terus kecebur di kolam di bawahnya dan basaaah semuaaa~~ /jangan ambigu, plis/
Aku ngikutin semua kegiatan di airnya. Cuma ada dua sih, dan salah satunya ya jembatan tali itu. Aku nggak jatuh sih, untungnya, tapi jembatan yang kedua bikin basah banget soalnya kudu nyemplung satu badan! Salah disitu ada lele matinya -_-

Habis outbound itu acaranya upacara penutupan. Sekali lagi kita dijemur di lapangan utama. Mata sudah ngantuk banget, masih disuruh berdiri, dan bayangan akan segera pulang jadi bikin mata tambah susah melek. Untungnya habis itu upacara selesai dan kita semua packing untuk pulaaaaang.
Setelah ribut pembagian jatah truk, semuanya sampai dengan selamat di SMADA dan bubar ke rumah masing-masing~!


Yak. Selesai.

Dua hari di batalyon 509 berkesan! Jadi serasa mbalik ke paski, walaupun nggak terlalu parah. Dan aku masih heboh soal suaraku yang nyanyi waktu itu. Ada yang bilang suaraku horor, ada yang kaget kalau itu aku yang nyanyi! Lol, entah dia dengerin apa enggak.

Anyway, besoknya (hari ini) berdasarkan survey yang didapat dari aku keliling-keliling kelas X sama temenku, pemecah rekor kelas yang isinya nggak masuk terbanyak itu kelas X IPS 2! Dengan jumlah total yang nggak masuk 20 orang dari 29 orang yang ada :'D Cuma 9 orang yang ada di kelas, sepi bangeet :'D
Di kelasku sendiri ada 9 yang nggak masuk, dan di kelas-nya ada 18 orang yang nggak masuk. Dia masuk dooong, anggota paski nggak boleh tepar~~ /plak/

Sekian post hari ini. Sepertinya aku melupakan jatah cerpen minggu lalu...? Entah. Minggu ini sepertinya ada waktu luang...

Labels: , ,

+ posted on 20140217 at 18:23
Overwhelmed +
Hello, I'm in a good mood to write here tonight. Tapi nggak tahu mau nulis apa, ya sama saja ._.
Updating story again? I don't have any idea in my mind... Banyak sih, tapi kalau nulis cerita aku terlalu ngantuk :'D Maafkan saya hahaha.

Atau... Mau update berdasarkan lirik lagu tadi...? Masalahnya bakalan rabu-rabu lagi dong! Nggak bosen kah? /plak/ /aku ngomong sama sapa/
Oke sekarep.
PERHATIAN >> Ini benar-benar fiktif belaka... Ini sepertinya akan alay gimanaaa gitu.


Overwhelmed

Aku melihatmu. Berlari menembus hujan dengan kedua lengan yang berusaha melindungi diri dari hujan. Sepertinya baru tadi pagi kita bertemu dan saling menyapa dengan canggung, tetapi aku sudah merindukanmu lagi.

Aku melihatmu. Berdiri di sebuah tempat teduh dengan wajah mendongak ke langit, berdo'a agar hujannya cepat berhenti. Lalu kau bertemu mataku. Aku balas memandang. Lalu kau melambaikan tanganmu perlahan. Sepertinya kau tidak yakin aku sedang melihat ke arahmu.

Ketika aku akan membalas lambaianmu, seseorang berdiri di depanku dan memblokir pandanganku ke arahmu. Sepertinya ini adalah sebuah kutukan. Entah seberapa besar aku mencoba untuk membuatmu menyadari perasaanku, sepertinya hal ini sia-sia saja. Berkali-kali kejadian sejenis ini terjadi. Ketika orang yang berdiri di depanku sudah pergi, kau sudah melayangkan pandangan ke arah yang lain.

Aku masih memandangimu, lama, lama, lama, lama sekali. Jarak kita tak kurang dari satu kilometer, aku masih bisa melihatmu dengan jelas di tengah-tengah hujan ini. Tetapi aku merindukanmu.

Suara-suara di sampingku memaksaku untuk mengalihkan pandangan.












LOL. Aku nggak bisa mikir. Aish... =_=
Entahlah deh ya, biarkan ceritanya cuma setengah. Mau lanjutkan? Silahkan. Yang jelas tujuanku bikin cerita ini sedikit jadi yaoi he he he he.

Anyway, ini kok agak nyata ya ._.

Days when I miss you even when
I see you all day, What should I do? I don’t know

Aku lihat dia tiap hari, tapi rasanya aku jarang lihat dia, jadi kalau ketemu gimana gitu ._. What should I do? I don't know! Nah. Unyu banget. Dan lagi nih! 

No matter how much
I try to express my heart right now
There’s no use, there’s no use

There's no use banget! Ya nggak sih, ha ha ha. Aku nggak berusaha menyamakan kedudukanku dengan lagu ini... Kok rasanya alay nyama-nyamain sama lagu =_= Tapi kok pas gitu lho :p
Ada lagi, 

My love is like the passing time,
No matter how much I turn it back
I’m loving you loving you loving you

Passing time! Melalui jarak dua tahun yang lumayan besar, ya nggak? '96 ke '98.... Tua banget kamu nak.
Aduh aku seneng sama orang tua /plak/ /digampar orangnya/

Ah, ya, maafkan atas beberapa post gaje doki doki fuwa duwa yang mengisi blog ini selama beberapa waktu. I'm trying to change the topic, but I just can't! You need to bear with this kind of post until I stop fangirling over him ._. (which I dunno when it will happen). Sabar, dan silahkan protes. Aku juga sedang ada ide tentang rencana pembunuhan anak satu kelas.... Entah selesai apa tidak, mengingat buanyaaaaak project-project lain yang.. eer, bisa dibilang tidak terlalu berhasil :p

Sudah malam lho!! /padahal masih jam sembilan/
Ayo tiduuur~ Oyasuminasai nee :D

Labels:

+ posted on 20140122 at 21:19
Hello - Refreshing ~EGOIST-Planetes~ and some pictures +
I want to update something
But I don't know what should I write,
so,
Another lyrics~ He he ^^


Egoist - Planetes

静かの海に一人
拾った貝殻耳に当てた
じっと耳を澄ませば
ほら
聴こえてくる
君のメッセージ

shizuka no umi ni hitori
hirotta kaigara mimi ni ateta
jitto mimi wo sumaseba
hora
kikoete kuru
kimi no MESSE-JI

Alone in a sea of silence
I put my ear to a seashell I had picked up
If I stand still and listen
I can hear it
A message from you


言えなかった想いを
砂に書いては
波がさらってゆく

ienakatta omoi wo
suna ni kaite wa
nami ga saratte yuku

The feelings that I couldn’t say
that I had written in the sand
are swept away by the waves


Hello Hello
ここにいるよ
この物語の始まりの場所で
約束だけが繰り返しても
あなたの記憶に私はずっと生きてる

Hello Hello
koko ni iru yo
kono monogatari no hajimari no basho de
yakusoku dake ga kurikaeshite mo
anata no kioku ni watashi wa zutto ikiteru

Hello Hello
I’m here
At the place where this story began
Even if the promise alone is the only thing repeated
I live forever in your memories


記憶の海に沈み
久遠の時を私は行こう
ここから見える小さな地球と
見果てぬ宇宙に君を想って

kioku no umi ni shizumi 
kuon no toki wo watashi wa yukou
koko kara mieru chiisa na hoshi to
mihatenu sora ni kimi wo omotte

Sinking in a sea of memories
I will travel eternity
From here I can see the tiny earth
In the endless cosmos, I’ll be thinking of you


雲の切れ間輝く青い故郷
地平線に消える

kumo no kirema kagayaku aoi furusato
chiheisen ni kieru

My blue hometown shines through the gap between the clouds
as I disappear into the horizon


Hello Hello
ここにいるよ
この物語の始まりの場所で
どれだけ時が過ぎようとも
あなたの記憶に私はずっと生きてる

Hello Hello
koko ni iru yo
kono monogatari no hajimari no basho de
dore dake toki ga sugiyou to mo
anata no kioku ni watashi wa zutto ikiteru

Hello Hello
I’m here
At the place where this story began
No matter how much time goes by
I live forever in your memories


惑星が落ちる頃
あなたと私 引かれあって
必ずまた会える
あの約束の場所で

wakusei ga ochiru koro
anata to watashi hikare atte
kanarazu mata aeru
ano yakusoku no basho de

When the planets fall
You and I will pulled towards one another
and will surely be able to meet again
at the place where we made that promise


Hello Hello
ここにいるよ
電子を辿って始まりの場所へ
約束だけが繰り返してる
あなたに会うため旅を続けよう

Hello Hello
koko ni iru yo
denshi wo tadotte hajimari no basho e
yakusoku dake ga kurikaeshiteru
anata ni au tame tabi wo tsudzukeyou

Hello Hello
I’m here
Following the electrons to the place where it began
The promise alone repeats itself
I’ll continue to journey so that I may meet you


私は宇宙から流れ
この物語の始まりの場所へ
その時再び会えるだろう
あの青い地球であなたに辿りつくから

watashi wa sora kara nagare
kono monogatari no hajimari no basho e
sono toki futatabi aeru darou
ano aoi hoshi de anata ni tadoritsuku kara

I’ll flow down from the sky
to the place where this story began
At that time we’ll surely be able to meet again
Because I’ll reach to where you are on that blue planet




Translator's Note: For both the words 'sora' (sky) and 'hoshi' (planet/star), the word actually written is 'uchuu' (space) and 'chikyuu' (Earth) respectively. In the translation itself I've just used whichever word I felt fit the context better.







Realize me some more

/error/

Oh ya, I'm kinda into tumblr thing these days


A roller coaster to your heart

wishes

just be friends

i don't know what to say no more

Labels: , , , , , ,

+ posted on 20131206 at 20:56